SEKOLAH TINGGI PARIWISATA AMBARRUKMO

 

Ditulis pada 10 Desember 2017

STIPRAM (SEKOLAH TINGGI PARIWISATA AMBARRUKMO)

Akademi Pariwisata Ambarrukmo disingkat AkPrAm adalah perguruan tinggi swasta di bawah naungan Yayasan Ambarrukmo yang berdiri tanggal 13 September 2001. Namun terhitung sejak tanggal 5 Agustus 2008, statusnya sudah berubah menjadi Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo disingkat STiPrAm

Yayasan Ambarrukmo sendiri adalah lembaga sosial bidang kependidikan yang dimiliki PT. Hotel Indonesia Natour (Inna Hotel Group), sebuah BUMN yang mengelola 15 hotel bertaraf internasional, sehingga suatu jaminan kualitas baik SDM, Materi Pengajaran, yang up to date sesuai perkembangan perhotelan dan pariwisata global.

STiPrAm memiliki 2 program studi, yaitu Hospitality (S1) dan Perhotelan (D3)
Hospitality: Suatu kegiatan pelayanan dalam menunjang industri jasa, khususnya kegiatan ilmu kepariwisataan.

Kegiatan ilmu kepariwisataan mencakup keilmuan untuk industri jasa hotel, perbankan, rumah sakit, pegawai negeri, perjalanan termasuk air line, cruise dan overland, yang intinya adalah pelayanan sebagai Host (tuan rumah), masalah science of service dan science of courtesy menjadi pilar utama dalam menyelesaikan setiap pekerjaan (Job Requirment Standard).

Dekade sekarang dan kedepan, hal diatas menjadi nilai kompetitif dan kompetensi bagi Sumber Daya Manusia yang diminta dan dibutuhkan.

Kenapa STiPrAm unggulan?

Kurikulum berbasis kompetensi kompetitif dan progresif, jaminan nilai profesional bagi SDM handal cukup diselesaikan dalam waktu relatif singkat.

Memiliki pola pengajaran aktif, untuk membuka wawasan, penalaran sekaligus membangun jiwa kemandirian. Laboratorium lengkap, baik bahasa, komputer maupun hotel lab.lainnya dengan fasilitas lengkap kampus terpadu.

Khusus untuk tingkat Diploma 3, modul 30% teori dan 70% praktek, benar-benar diterapkan dengan actual measurement yang terprogram sejak mahasiswa duduk pada semester pertama sampai dengan terakhir, lewat kegiatan Job Oroentaion dan Casual Program agar mendapat job experience maksimal.
Graduate Evaluation diterjemahkan sebagai konsekuensi akademis untuk melihat kekurangan dan kelebihan mahasiswa, untuk dibenahi terus-menerus setiap tahapan, lewat spesialisasi penjurusan.

Secara akademik dan profesi, kemampuan mahasiswa STiPrAm disiapkan pada level mengengah ke atas dengan mantap, sebab selain menguasai technical skill juga harus menguasai managerial skill. Bukan hal aneh semasih berstatus mahasiswa sudah terfasilitasi bekerja baik di dalam maupun luar negeri.

Membekali mahasiswa untuk eksis, mandiri dan percaya diri untuk merebut posisi terhormat di masa depan. Pembelajaran praktikum dengan modul seating-system, hanya ada di STiPrAm. Semua kegiatan praktikum dan praktek gratis dengan ditunjang keberadaan 15 hotel PT HIN. Biaya perkuliahan sangat murah dibanding apa yang didapatkan.

Kenapa Harus Pilih STiPRAM

  1. Kuliah cepat D3 cukup 2,5 tahun dan S1 hanya 3,5 tahun
  2. Biaya termurah
  3. Kuliah sambil kerja
  4. Semester ke-2 sudah magang kerja, dapat honor semester ke-4 sudah bekerja dapat gaji baik di    dalam maupun di luar negeri
  5. Akses untuk PNS terbuka lebar
  6. Di Indonesia baru 4 (empat) Perguruan Tinggi Pariwisata yang memiliki ijin Resmi untuk S1 (Strata satu)
  7. Milik Inna Hotel Group dengan jejaringan Hotel Internasional
  8. Program D3 terakreditasi A Program S1 (Pertama di Indonesia) Terakreditasi B
  9. Tersedia banyak macam beasiswa
  10. Tersedia Asrama Mahasiswa

Kerjasama

Telah dijalin kerjasama yang sangat baik dengan institusi pendidikan tinggi baik di dalam maupun luar negeri. Untuk pengambilan Master Profesional Pariwisata dapat di ambil program AHLA (American Hotel Lodging Association) di Michigan atau IMI dan ITIS Switzerland atau MHTEC Kualalumpur, dapat langsung dilanjutkan dari STiPrAm.

Kerja Praktek di luar negeri maupun casual, network kita di Singapura, Malaysia, Belanda, Uni Emirat Arab, UK (Inggris) atau ke USA (Amerika) sudah merupakan salah satu sasaran pengalaman kerja.

Di dalam negeri semua unit PT HIN, Accor Group, Choice, Hyatt, Haris, dsb selalu berpartisipasi. Belum lagi Hotel, Restoran, Cafe yang banyak melakukan jalinan kerja sama untuk memfasilitasi kegiatan mahasiswa. Event-event Organizer Internasional dan juga Kapal Pesiar telah lama dan selalu menjadi partner STiPrAm dalam membina karir anak bangsa.

Sumber : www.stipram.ac.id

Advertisements

LABUAN BAJO

Labuan Bajo merupakan salah satu desa dari 9 desa dan kelurahan yang berada di kecamatan KomodoKabupaten Manggarai Baratprovinsi Nusa Tenggara TimurIndonesia.

Labuan Bajo dulunya adalah sebuah kelurahan sekaligus ibukota Kecamatan Komodo juga merupakan ibukota Kabupaten Manggarai BaratNusa Tenggara TimurIndonesia. Sekarang sudah dikembangkan menjadi Kota Labuan Bajo.

Wilayahnya meliputi; Kampung Ujung, Kampung Tengah, Kampung Air, Lamtoro, Wae Kelambu, Wae Medu, Cowang Dereng, Wae Kesambi, Wae Bo, Lancang, Sernaru, Wae Mata, Pasar Baru, Pede, dan Gorontalo.

Fasilitas[sunting | sunting sumber]

Kota kecil di pinggir pantai paling barat Pulau Flores ini, banyak memiliki fungsi strategis, antara lain;

  • Pusat pemerintahan; ibukota kabupaten dan kecamatan. Kantor Bupati Manggarai Barat, Kantor DPRD, Kantor Camat dan Kantor Dinas pemerintahan.
  • Pusat pendidikan; 4 sekolah lanjutan atas(SMAN 1 Komodo, SMKN 1 Komodo, SPM, SMA Katolik Loyola), 4 sekolah lanjutan pertama (SMPN 1 Komodo, SMPK Loyola, SMPK Arnoldus, MTs )
  • Pusat perdagangan; sejak dulu Mbajo (sebutan oleh orang lokal) merupakan tempat berlabuhnya para pedagang dari Makasar(Bajo dan Bugis), hingga dibangunnya Dermaga Ferry, Pelabuhan PELNI, dan Bandar Udara Komodo.
  • Pusat Pariwisata; tempat-tempat pariwisata banyak terdapat di Labuan Bajo, antara lain; Pantai Pede, Pantai Gorontalo, Puncak Waringin, Gua Batu Cermin, dan beberapa objek wisata pantai di pulau-pulau sekitar Labuan Bajo, seperti; Wae Cicu, Pulau Bidadari, Batu Gosok/Kanawa, dan Taman Nasional Komodo.

Transportasi[sunting | sunting sumber]

TAMAN NASIONAL BUNAKEN

Taman Nasional Bunaken adalah taman laut yang terletak di Sulawesi UtaraIndonesiaTaman ini terletak di Segitiga Terumbu Karang, menjadi habitat bagi 390 spesies terumbu karang[2] dan juga berbagai spesies ikan, moluska, reptil dan mamalia laut. Taman Nasional Bunaken merupakan perwakilan ekosistem laut Indonesia, meliputi padang rumput lautterumbu karang dan ekosistem pantai.[3]

Taman nasional ini didirikan pada tahun 1991 dan meliputi wilayah seluas 890.65 km². 97% dari taman nasional ini merupakan habitat laut, sementara 3% sisanya merupakan daratan, meliputi lima pulau: BunakenManado Tua, Mantehage, Naen dan Siladen.

Flora dan fauna[sunting | sunting sumber]

Taman Nasional Bunaken memiliki ekosistem terumbu karang yang sangat kaya.[3] Terdapat sekitar 390 spesies terumbu karang di wilayah ini.[2] Spesies alga yang dapat ditemui di Taman Nasional Bunaken adalah CaulerpaHalimeda dan Padina, sementara spesies rumput laut yang banyak ditemui adalah Thalassia hemprichii, Enhallus acoroides, dan Thalassaodendronciliatum. Taman Nasional Bunaken juga memiliki berbagai spesies ikan, mamalia laut, reptil, burung, moluska dan mangrove.[3]Sekitar 90 spesies ikan tinggal di perairan wilayah ini.

Di daratan, pulau ini kaya akan Arecaceaesagu, woka, silar dan kelapa. Selain itu, Taman Nasional Bunaken juga memiliki spesies hewan yang tinggal di daratan, seperti rusa dan kuskus. Hutan mangrove di taman ini menjadi habitat bagi kepitinglobstermoluska dan burung laut.[3]

Aktivitas manusia[sunting | sunting sumber]

Di wilayah ini, terdapat 22 desa dengan jumlah penduduk sekitar 35.000 jiwa. Kebanyakan dari mereka bekerja sebagai nelayan atau petani kelapa, ubi jalar, pisang dan rumput laut untuk diekspor, sementara sebagian lainnya bekerja sebagai pemandu, pekerja di cottage dan nakhoda kapal.[4]

Pariwisata di wilayah ini terus dikembangkan. Antara tahun 2003 hingga 2006, jumlah pengunjung di Taman Nasional Bunaken mencapai 32.000 hingga 39.000 jiwa, dengan 8-10.000 di antaranya merupakan turis asing.[1]

Konservasi dan ancaman[sunting | sunting sumber]

Taman Nasional Bunaken secara resmi didirikan pada tahun 1991 dan merupakan salah satu taman laut pertama Indonesia. Pada tahun 2005, Indonesia mendaftarkan taman nasional ini kepada UNESCO untuk dimasukan kedalam Situs Warisan Dunia.[5] Meskipun memiliki status taman nasional dan mendapat pendanaan yang cukup, taman ini mengalami degradasi kecil akibat penambangan terumbu karang, kerusakan akibat jangkar, penggunaan bom dan sianida dalam menangkap ikan, kegiatan menyelam dan sampah.[1] World Wildlife Fund (WWF) memberikan bantuan konservasi sebagai bagian dari “Sulu Sulawesi Marine Eco-region Action Plan“. Konservasi meliputi patroli, yang berhasil mengurangi penggunaan bom dalam menangkap ikan.[6]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c Mangement Advisory Board:Entrance fee collection data, retrieved 14-December-2009
  2. ^ a b E. Turak and L. DeVantie: Reef-building corals of Bunaken National Park: Rapid ecological assessment of biodiversity and status, 15-December-2009 Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama “Turak” didefinisikan berulang dengan isi berbeda
  3. ^ a b c d Indonesia Ministry of Forestry: Bunaken National Park, retrieved 14-December-2009
  4. ^ WWF: Bunaken NP fact sheet, retrieved 15-December-2009
  5. ^ UNESCO: Bunaken NP, 14-December-2009
  6. ^ WWF: Bunaken, retrieved 14-December-2009

PANTAI BALANGAN BALI

Pulau Bali tidak cuma punya Kuta, Seminyak, Nusa Dua atau Sanur saja. Salah satu pantai lain yang eksotis di Bali adalah Pantai Balangan di Uluwatu. Air lautnya sangat biru, serasa berenang di langit.

Mau berkunjung kemana lagi, Pantai Kuta dengan sunsetnya yang eksotis? Tanah Lot dengan sunset warna jingganya? Atau Danau Bratan di Bedugul yang kabutnya bikin kita pakai baju lapis lima? Masih banyak yang seru di pulau ini, dan pastinya bikin kalian pengen datang lagi ke Bali.

Buat kalian yang hobi dan suka dengan pantai, sudah pasti tidak asing lagi dengan Pantai Balangan. Lokasinya di Pulau Bali bagian selatan. Gugusan pantai Pulau Bali bagian selatan memang tidak ada habisnya. Tiap waktu bermunculan pantai yang kadang asing, dan bahkan belum banyak orang mendatangi.

Kalau biasanya hanya dengar Pantai Dreamland, Pantai Pandawa, Pantai Bluepoint dan banyak lagi, jangan lupa juga Pantai Balangan salah satunya. Lokasinya sendiri sekitar 30-40 menit dari arah Kuta.

Kalau Anda tahu atau pernah ke GWK, tinggal naik lagi, lurus ke atas sampai ketemu perempatan. Kalau jalan ke kiri menuju Pantai Pandawa, Kalau lurus ke arah Dreamland atau ke Uluwatu, tapi kalau ke kanan nama jalannya Jalan Pantai Balangan I. Arah ini yang akan mengarah ke Pantai Balangan itu.

Rutenya tidak susah, tinggal ikuti jalan saja sampai ujung dan ada petunjuknya juga. Kalau sudah sampai di gerbang parkir, maka kalian akan bayar Rp 2.000 per motor, atau Rp 5.000 per mobil. Tidak ada tiket masuk, atau mungkin sudah jadi satu dengan tiket parkir. Jangan langsung ke pantai, tapi coba intip dulu lewat bukitnya.

Dijamin, di sini kalian bakal ambil banyak foto. Di sini juga kalian jadi tahu kalau pasir putihnya berpadu dengan air lautnya yang warna biru. Luar biasa! Jernih sekali, mirip sedikitlah dengan di Raja Ampat. Lanjut ke bawah menuju pantainya yang luar biasa, dijamin kalian tidak akan tahan buat berenang dan menyatu sama airnya.

Serasa kalian berenang di langit, biru luar biasa. Tapi tetap hati-hati ya! Tidak salah kalau kalian cepat-cepat catat yang satu ini untuk destinasi kalian berikutnya.

https://travel.detik.com/dtravelers_stories/u-2511795/pantai-balangan-di-bali-serasa-berenang-di-langit

KEPULAUAN DERAWAN

Kepulauan Derawan adalah sebuah kepulauan yang berada di Kabupaten BerauKalimantan Timur. Di kepulauan ini terdapat sejumlah objek wisata bahari menawan, salah satunya Taman Bawah Laut yang diminati wisatawan mancanegaraterutama para penyelam kelas dunia.

Kepulauan Derawan memiliki tiga kecamatan yaitu, Pulau DerawanMaratua, dan Biduk Biduk, Berau.

Sedikitnya ada empat pulau yang terkenal di kepulauan tersebut, yakni Pulau MaratuaDerawanSangalaki, dan Kakabanyang ditinggali satwa langka penyu hijau dan penyu sisik.

Secara geografis, terletak di semenanjung utara perairan laut Kabupaten Berau yang terdiri dari beberapa pulau yaitu Pulau PanjangPulau RaburabuPulau SamamaPulau SangalakiPulau KakabanPulau NabukoPulau Maratua dan Pulau Derawan serta beberapa gosong karang seperti gosong Muarasgosong Pinakagosong Buliulingosong Masimbung, dan gosong Tababinga.

Di Kepulauan Derawan terdapat beberapa ekosistem pesisir dan pulau kecil yang sangat penting yaitu terumbu karangpadang lamun dan hutan bakau (hutan mangrove). Selain itu banyak spesies yang dilindungi berada di Kepulauan Derawan seperti penyu hijaupenyu sisikpauslumba-lumbakimaketam kelapaduyungikan barakuda dan beberapa spesies lainnya.

Kepulauan Derawan ini sedang dipromosikan oleh Kabupaten Berau dan Provinsi Kalimantan Timur, sebagai salah satu wisata andalan. Wisatawan lokal dan Mancanegara, makin berwisata disana, pilihan selain untuk menyelam, melihat proses bertelur penyu, juga menikmati pantai yang bersih dan indah. Sepanjang pantai bersih dan tidak ada sampah. Fasilitas komunikasi di Kepulauan Derawan sudah baik, sebagai contohnya adalah sudah terjangkau dengan sinyal 3G.

Resort dan Penginapan yang ada di Kepulauan Derawan banyak tersebar di pinggir pantai, dengan harga yang lebih murah misalnya dibandingkan dengan tempat wisata di Bali maupun di Lombok.

Kepulauan Derawan telah dicalonkan untuk menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2005.

Pulau-pulau di Kepulauan Derawan[sunting | sunting sumber]

Pulau-pulau yang ada di Kepulauan Derawan berjumlah sekitar 31 pulau dan beberapa gosong dan atol.

Pulau-pulau ini tersebar pada tiga kecamatan pesisir, yaitu Kecamatan Pulau Derawan, Kecamatan Maratua, dan Kecamatan Biduk-biduk. Luas pulau-pulau ini adalah :

Kepulauan Derawan

Luas tiap pulau di Kepulauan Derawan
No. Nama Pulau Luas dalam hektare (ha)
1. Semut 6,9
2. Andongabu 5,3
3. Bakungan 8,7
4. Bantaian 230,6
5. Besing 560,1
6. Bonggong 123,2
7. Bulingisan 4,5
8. Derawan 44,6
9. Maratua 2375,7
10. Nunukan 4,8
11. Panjang 565,4
12. Rabu-rabu 26,7
13. Sangalaki 15,9
14. Sangalan 3,5
15. Sapinang 241,3
16. Semama 91,1
17. Sidau 31,2
18. Tiaung 372,5
19. Pabahanan 2,0
20. Kakaban 774,2
21. Sodang Besar 6145,8
22. Telasau 1080,0
23. Tempurung 1291,2
24. Bilang-bilangan 25,2
25. Manimbora 2,0
26. Blambangan 22,0
27. Sambit 18,0
28. Mataha 25,8
29. Kaniungan Besar 73,3
30. Kaniungan Kecil 10,2
31. Bali Kukup 18,2

Penggunaan lahan pulau tersebut oleh masyarakat setempat hanya sebatas untuk perkampungan. Selain itu, lahan pulau di Kepulauan Derawan masih dalam bentuk hutan mangrovebelukarhutan kapur di Pulau Maratua dan vegetasi kelapa.