PANTAI ORA MALUKU TENGAH

Hasil gambar

Pantai Ora adalah suatu pantai yang terletak pulau Seram, kecamatan Seram Utara, Maluku TengahMalukuIndonesia. Pantai yang berlokasi di ujung barat teluk Sawai ini berada di sebelah desa Saleman dan desa Sawai, di tepi hutan Taman Nasional Manusela. Pantai Ora memiliki karakteristik pantai yang berpasir putih dengan air yang sangat jernih dan tenang dengan kekayaan terumbu karang, ikan dan aneka ragam biota laut lainnya. Pantai Ora dan desa Sawai merupakan objek wisata di teluk Sawai yang setiap tahunnya dapat menyedot sekitar 500 wisatawan dari dalam dan luar negeri (2013).[1]Pantai Ora memiliki resor penginapan yang mengambang di atas pantai. Sementara di desa Sawai terdapat pondok wisata yang berada di antara pemukiman penduduk yang juga terapung di pantai. Berbagai kegiatan wisata yang dapat dilakukan di pantai Ora antara lain wisata alam, wisata tirta, snorkelingselam, wisata kuliner, jelajah gua dan fotografi.

Geografis[sunting | sunting sumber]

Pantai Ora terletak di kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Indonesia. Secara geografis Kabupaten Maluku Tengah pada umumnya beriklim laut tropis dan iklim musim. Hal ini disebabkan karena Maluku Tengah dikelilingi oleh laut yang luas, maka iklim laut tropis di daerah ini berlangsung seirama dengan iklim musim yang ada.[2]

Wilayah pantai Ora tidak memiliki daratan yang luas, karena daratan berupa tebing atau bukit batu yang cukup curam, walaupun bisa didaki. Alam di sekitar pantai Ora dibentuk oleh tebing-tebing Sawai yang menjulang, hutan tropis dan rangkaian pegunungan yang merupakan kawasan Taman Nasional Manusela. Tebing dan teluk Sawai yang mengelilingi pantai Ora terbentuk dari proses tektonik pada jaman purba dimana kawah vulkanik yang terbentuk kemudian terendam air laut menjadi Teluk Sawai.[3] Pantai Ora sendiri cukup kecil, karena disekeliling kawasan teluk tersebut, selain terdapat pantai Ora juga terdapat pantai-pantai lain sebagai tempat wisata, seperti Mata Air Belanda, dan Bukit Batu.

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Pantai Ora bersebelahan dengan dua desa, yaitu Desa Saleman dan Desa Sawai. Kedua desa tersebut juga lazim disebut sebagai Negeri yang artinya desa adat. Desa Saleman dan Sawai berada di Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah.

Desa Sawai memiliki luar 15 hektar, dengan penduduk 4000 jiwa. Desa Sawai merupakan desa penyangga Taman Nasional Manusela yang memiliki luas 189.000 hektar.[4] Desa Saleman adalah desa adat sekaligus desa wisata yang dipimpin oleh kepala desa dan kepala adat. Sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai petani dan nelayan.

Pantai Ora, desa Saleman dan desa Sawai berada di teluk Sawai yang merupakan wilayah Seram Utara dan Seram Utara Barat. Secara umum penduduk asli pulau Seram adalah suku Alifuru yang berada di pegunungan namun terdapat juga suku-suku primitif lain seperti suku Hoaulu yang bermukim di pedesaan di Seram Utara. Namun demikian sekarang telah banyak pendatang dari berbagai pulau di sekitarnya, terutama suku bangsa Tionghoa dan Arab.[5]

Lingkungan Hidup[sunting | sunting sumber]

Pantai Ora terletak di tepi hutan Taman Nasional Manusela yang memiliki kekayaan keanekaragaman hayati, diantaranya tumbuhan seperti tancang (Bruguiera sexangula), bakau(Rhizo acuminate), ketapang (Terminalia catappa), meranti (Shorea selanica). Sementara untuk jenis burung diantaranya terdapat burung kesturi ternate (Lorius garrulous), nuri tengkuk ungu/nuri kepala hitam (L. domicella), kakatua Seram (Cacatua moluccensis).[6]

Keindahan pantai Ora dengan pasir putih dan air laut yang jernih mencerminkan panorama laut dengan keanekaragaman warna terumbu karang.[7] Keanekaragaman biota laut Pantai Ora diantaranya ikan kaisa, losi, samanda, gaca, sikuda, ikan tato, kaluna, ikan singaro. Terumbu karang yang terdapat di sekitar Pantai Ora umumnya adalah terumbu karang dengan kontur tipe landai, karena lautnya yang dangkal. Ketika surut hamparan terumbu karang dapat dilihat tanpa harus menyelam. Bulu babi (Sea urchin – Echinoidea) dan bintang laut berduri (Acanthaster planci)[8] masih banyak terdapat di laut sekitar pantai Ora. Bintang laut berduri selain berbahaya juga menjadi ancaman bagi keberlangsungan terumbu karang.

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Pantai Ora merupakan satu tujuan wisata alam di Maluku, Indonesia yang telah menarik minat banyak wisatawan baik dalam maupun luar negeri. Keindahan pantai yang banyak disebut sebagai surga duniawi, seringkali disandingkan dengan keindahan pantai di Maladewa, Pantai Boracay di Filipina atau Pantai Bora-Bora di Samudera Pasifik.[9] Meski relatif baru terkenal sebagai tujuan wisata namun kegiatan wisata di Pantai Ora dan sekitarnya tercatat telah menyedot sekitar 500 wisatawan setiap tahunnya dan terus bertambah. Wisatawan luar negeri terbanyak berasal dari BelandaAmerika Serikat dan Jepang.[10]

Keunggulan Pantai Ora adalah pasirnya yang putih bersih, air laut yang berwarna biru dan jernih, serta kekayaan terumbu karang dan biota lautnya. Eksotisme Pantai Ora yang belum banyak tersentuh tangan manusia ini merupakan potensi besar untuk dapat dikembangkan sebagai tempat wisata unggulan di Indonesia.

Untuk aktivitas turisme, para wisatawan dapat menikmati aktivitas snorkeling bahkan diving. Wisatawan tidak perlu menyelam terlalu dalam, bahkan di kedalaman 2-3 meter pun, kecantikan dan keindahan berbagai terumbu karang dan ikan kecil dapat dinikmati di bawah laut Pantai Ora. Kegiatan snorkeling juga dapat dilakukan di lokasi yang berdekatan dengan tebing, yang menjadi hal yang langka dan mengasyikan.

Selain snorkeling, masih banyak aktivitas lain yang dapat dilakukan di Pantai Ora. Berkunjung ke Taman Nasional Manusela yang terletak di belakang Ora Beach Resort, dapat menjadi salah satu opsi menarik. Di Taman Nasional Manusela ini terdapat sekitar 117 spesies burung, di mana 14 di antaranya merupakan spesies endemik, seperti nuri bayan, kasturi tengkuk-ungu, raja udang, dan kakatua Maluku.[11] Para wisatawan dapat menggunakan perahu bermotor atau kapal nelayan untuk menikmati pemandangan di sekitar Taman Nasional Manusela. Wisatawan juga dapat berkeliling (island hooping) ke beberapa pulau kecil di Teluk Sawai dengan menggunakan perahu. Ada Pulau Sawai, Pulau Raja, Pulau Kelelawar, Pulau Tujuh, Pulau Tengah, dan Pulau Sapalewa. Untuk mengelilingi pulau-pulau ini diperlukan waktu hanya sekitar 30 menit saja. Selain itu, para wisatawan juga dapat mengunjungi mata Air Belanda (Dutch springs) yang berupa sungai kecil yang mengalir dari gunung dan bermuara di pantai Teluk Saleman. Mata air ini dinamakan Mata Air Belanda karena dulu Belanda menemukan sumber mata air di tepi pantai yang airnya dingin dan rasanya tawar.[12] Menikmati suasana di sekitar mata air ini ditemani tegukan air kelapa menjadi pengalaman yang menyenangkan.

Para wisatawan yang berkunjung ke Pantai Ora juga dapat menikmati tinggal di penginapan rumah panggung kayu yang eksotis. Terdapat berbagai resort yang menyediakan penginapan berbentuk rumah panggung kayu yang diantaranya langsung dibangun di atas air.

Cara mencapai pantai Ora[sunting | sunting sumber]

Untuk mencapai Pantai Ora dari Jakarta, perjalanan udara dilakukan menuju Kota Ambon. Beberapa penerbangan komersial Indonesia menawarkan beberapa alternatif jadwal penerbangan Jakarta – Ambon.

Dari kota Ambon, pintu menuju Pantai Ora adalah Pelabuhan Hulnara, Tuleho. Di pelabuhan yang lebih dikenal Pelabuhan Tuleho ini terdapat ferry dengan kapasitas penumpang 350 kursi menuju pelabuhan Amahai, pulau Seram dengan jadwal 2 (dua) kali pada setiap harinya. Tuleho – Amahai pukul 09.00 dan 16.00 Senin-Sabtu, sementara hari Minggu hanya satu kali perjalanan pukul 11.00. Untuk jadwal kembali Amahai – Tuleho, pukul 08.00 dan 14.00 Senin-Sabtu, sementara hari Minggu 15.00.

Dari pelabuhan Amahai hingga saat ini belum ada transportasi umum menuju pelabuhan Desa Saleman yang menghubungkan dengan Pantai Ora. Alternatif transportasi darat dari Pelabuhan Amahai menuju desa Saleman adalah melalui trans Seram (sewa kendaraan). Waktu tempuh perjalananan Amahai – Desa Saleman melalui Trans Seram sekitar 2,5 jam dengan menyusuri wilayah kota Masohi dan wilayah Teon, Nila dan Serua (TNS) serta melewati liku-liku jalur pegunungan yang indah dan wilayah Taman Nasional Manusela. Setelah mencapai pelabuhan Desa Saleman, perahu bermesin kecil sekitar 15 menit akan mengantarkan wisawatan menguak keindahan pantai Ora yang tersembunyi. Bagi penduduk setempat, dari desa Saleman menuju Pantai Ora dapat dilakukan dengan jalan kaki menyusuri tebing dengan jalan setapak di pesisir teluk Sawai.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Advertisements

PANTAI SANUR BALI

Pantai Sanur adalah sebuah tempat pelancongan pariwisata yang terkenal di pulau Bali. Tempat ini letaknya adalah persis di sebelah timur kota Denpasaribukota Bali. Sanur berada di Kotamadya Denpasar.

Karena memiliki ombak yang cukup tenang, maka pantai Sanur tidak bisa dipakai untuk surfing layaknya Pantai Kuta [1]. Tak jauh lepas Pantai Sanur terdapat juga lokasi wisata selam dan snorkeling. Oleh karena kondisinya yang ramah, lokasi selam ini dapat digunakan oleh para penyelam dari semua tingkatan keahlian.

Pantai Sanur juga dikenal sebagai Sunrise beach (pantai Matahari terbit) sebagai lawan dari Pantai Kuta.

Karena lokasinya yang berada di sebelah timur pulau Bali, maka pantai Bali ini menjadi lokasi yang tepat untuk menikmati sunrise atau Matahari terbit. Hal ini menjadikan tempat wisata ini makin menarik, bahkan ada sebuah ruas di pantai Sanur ini yang bernama pantai Matahari Terbit karena pemandangan saat Matahari terbit sangat indah jika dilihat dari sana.

Sepanjang pantai Bali ini menjadi tempat yang pas untuk melihat Matahari terbit. Apalagi sekarang sudah dibangun semacam sanderan yang berisi pondok-pondok mungil yang bisa dijadikan tempat duduk-duduk menunggu Matahari terbit. Selain itu, ombak di pantai ini relatif lebih tenang sehingga sangat cocok untuk ajang rekreasi pantai anak-anak dan tidak berbahaya.

Selain itu, pengunjung bisa melihat Matahari terbit dengan berenang di pantai. Sebagian kawasan pantai ini mempunyai pasir berwarna putih yang eksotis. Dilengkapi dengan pohon pelindung, pengunjung bisa duduk-duduk sambil menikmati jagung bakar ataupun lumpia yang banyak dijajakan pedagang kaki lima.

Sepanjang tempat wisata pantai Bali ini sekarang sudah dilengkapi dengan penunjang wisata berupa hotel, restoran ataupun kafe-kafe kecil serta art shop. Salah satu hotel tertua di Bali dibangun di pantai ini. Hotel ini bernama Ina Grand Bali Beach yang terletak persis di tepi pantai. Selain itu, sepanjang garis pantai juga dibangun semacam area pejalan kaki yang seringkali digunakan sebagai jalur jogging oleh wisatawan ataupun masyarakat lokal. Jalur ini terbentang ke arah selatan melewati pantai Shindu, pantai Karang hingga Semawang sehingga wisatawan bisa berolahraga sekaligus menikmati pemandangan pantai di pagi hari.

Foto Panorama[sunting | sunting sumber]

Pantai Sanur

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ http://www.balibalibeach.com/bali-beach/sanur-beach-bali-beauty-sunrise

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Sumber: Sunrise di Pantai Sanur http://www.tujuanbali.com/daerah-wisata-denpasar/95-sunrise-di-pantai-sanur.html

PULAU PRAMUKA

Pulau Pramuka merupakan salah satu pulau yang berada pada gugusan Kepulauan Seribu. Pulau ini merupakan pusat administrasi dan pemerintahan Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu. Pulau Pramuka termasuk ke dalam Kelurahan Pulau Panggang.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pulau Pramuka pada saat era orde lama bernama Pulau Lang/Elang, karena terdapat banyak burung elang bondol saat itu.[butuh rujukan] Hingga tahun 1980-an masih dapat ditemukan elang bondol, yang sekarang dikenal sebagai lambang DKI Jakarta. Elang-elang itu hilang seiring pembersihan pulau untuk dijadikan perkampungan.

Asal usul nama Pulau Pramuka didapatkan karena adanya kegiatan kepramukaan. Sebelum adanya Bumi Perkemahan Cibubur di Jakarta, pihak kepramukaan mengirim anggotanya untuk berlatih di pulau ini. Ini terjadi sekitar tahun 1950-an hingga 1970-an. Dan, dapat disimpulkan nama pramuka di ambil karena dahulu pulau ini sering digunakan sebagai tempat pelatihan pramuka.

Demografi[sunting | sunting sumber]

Masyarakat yang mendiami Pulau Pramuka sebagian besar adalah etnis BetawiBugisBantenMadura, dan Minangkabau.[1] 99,8% penduduk tetap Pulau Pramuka beragama Islam, 0,2% beragama Katolik dan lainnya.

Fasilitas[sunting | sunting sumber]

Tata tempat tinggal dan sanitasi Pulau Pramuka cukup baik, sedangkan dalam bidang pendidikan sudah terdapat sekolah dari SD hingga SMA. Sarana pra sarana cukup memadai mulai dari masjidrumah sakitsekolahdermaga, TPI (Tempat Pelelangan Ikan), villa dan penginapan bagi pengunjung wisata.[2]

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Pulau ini dapat dicapai melalui perjalanan laut dengan perahu motor tradisional dari pelabuhan nelayan Muara AngkeKelurahan Kapuk Muara; atau dengan perahu motor cepat (speedboat) dari dermaga kapal Marina Ancol di kompleks Taman Impian Jaya Ancol.[3] Apabila ingin melakukan perjalanan ke pulau lainnya di Kepulauan Seribu, pengunjung dapat menyewa ojek perahu untuk diantar langsung ke Pulau PanggangPulau KaryaPulau Semak Daun, dan pulau-pulau lainnya.

Konservasi[sunting | sunting sumber]

Di pulau ini terdapat sarana pelestarian penyu sisik (Eretmochelys imbricata) yang saat ini jumlahnya sudah sedikit sehingga dilindungi.[3] Selain itu terdapat pula penanaman bakau sebagai upaya perbaikan pertahanan pantai.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Susetyadi, Ari, Muhammad Yusuf, Lukiana, Evaluasi Bandar Udara Pulau Panjang Dalam Menunjang Pariwisata Di Kepulauan Seribu, halaman 397. [1]LIPI, Vol. 1, No. 3, Tahun 2009. Diakses 1 Februari 2011.
  2. ^ Selamat Datang Di Pulau Pramuka, http://www.pulaupramuka.com. Diakses 1 Februari 2011.
  3. ^ a b Dwifriansyah, Bonny, Menjelajahi Kepulauan Seribu, Asyiknya Ber-snorkeling, Koran Tempo online, Edisi 22 November 2009. Diakses 1 Februari 2011.

KARIMUN JAWA

Karimunjawa adalah kepulauan di Laut Jawa yang termasuk dalam Kabupaten JeparaJawa Tengah. Dengan luas daratan ±1.500 hektare dan perairan ±110.000 hektare, Karimunjawa kini dikembangkan menjadi pesona wisata Taman Laut yang mulai banyak digemari wisatawan lokal maupun mancanegara.

Berdasarkan legenda yang beredar di kepulauan, Pulau Karimunjawa ditemukan oleh Sunan MuriaLegenda itu berkisah tentang Sunan Muria yang prihatin atas kenakalan putranya, Amir Hasan. Dengan maksud mendidik, Sunan Muria kemudian memerintahkan putranya untuk pergi ke sebuah pulau yang nampak “kremun-kremun” (kabur) dari puncak Gunung Muria agar si anak dapat memperdalam dan mengembangkan ilmu agamanya. Karena tampak “kremun-kremun” maka dinamakanlah pulau tersebut Pulau Karimun.

Ekosistem[sunting | sunting sumber]

Sejak tanggal 15 Maret 2001, Karimunjawa ditetapkan oleh pemerintah Jepara sebagai Taman Nasional. Karimunjawa adalah rumah bagi terumbu karang, hutan bakau, hutan pantai, serta hampir 400 spesies fauna laut, di antaranya 242 jenis ikan hias. Beberapa fauna langka yang berhabitat disini adalah Elang Laut Dada Putihpenyu sisik, dan penyu hijau.

Tumbuhan yang menjadi ciri khas Taman Nasional Karimunjawa yaitu dewadaru (Crystocalyx macrophyla) yang terdapat pada hutan hujan dataran rendah.

Ombak di Karimunjawa tergolong rendah dan jinak, dibatasi oleh pantai yang kebanyakan adalah pantai pasir putih halus.

Geografis[sunting | sunting sumber]

Karimunjawa terletak di Laut Jawa, utara JeparaJawa Tengah. Kepulauan ini terdiri dari 27 pulau:

  • Yang berpenghuni:
    • Karimunjawa
    • Kemujan
    • Nyamuk
    • Parang
    • Genting
  • Yang tidak berpenghuni:
    • Menjangan Besar
    • Menjangan Kecil
    • Cemara Besar
    • Cemara Kecil
    • Geleyang (30 ha)
    • Burung
    • Bengkoang (92 ha)
    • Kembar (11,2 ha)
    • Katang (2,8 ha)
    • Krakal Besar (2,8 ha)
    • Krakal Kecil (2,8 ha)
    • Sintok
    • Mrican
    • Tengah
    • Pinggir
    • Cilik (2 ha)[1]
    • Gundul
    • Seruni
    • Tambangan
    • Cendekian
    • Kumbang (8,8 ha)
    • Mencawakan (atau Pulau Menyawakan).

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Karimunjawa berpenduduk lebih dari 10100000 jiwa di lima pulau yang berpenghuni. Tiga suku utama yang menghuni Karimunjawa adalah suku Jawa yang bertani dan memproduksi alat kebutuhan rumah tangga, suku Bugis yang adalah pelaut andal sehingga berprofesi sebagai nelayan, dan suku Madura yang juga berprofesi sebagai nelayan tetapi memiliki kelebihan membuat ikan kering.

Pendidikan di Karimunjawa sudah menjangkau sampai tingkat SMU. Selain memiliki sekitar 10 SD (lima di Karimun, tiga di Kemujan dan masing-masing satu di Parang dan Genting), Karimunjawa juga memiliki satu SMPMadrasah Tsanawiyah (MTs), dan SMK Negeri jurusan Budidaya Rumput Laut serta Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan yang merupakan sekolah gratis, serta satu Madrasah Aliyah di Penghujan.

Transportasi[sunting | sunting sumber]

KMP Muria di Pelabuhan Baru Karimunjawa

Transportasi paling umum digunakan untuk ke Karimunjawa adalah kapal dari Semarang dan Jepara. Dari Pelabuhan Tanjung EmasSemarang, kapal Kartini I (kapal cepat) berangkat setiap Sabtu pukul 9 pagi ke Karimunjawa dan kembali dari Karimunjawa setiap Minggu siang, lama penyebrangan 2-3 jam.

Dari Pelabuhan Pantai Kartini, Jepara terdapat Kapal Muria yang berangkat setiap dua hari sekali,lama penyebrangan kapal ekonomi ini +/- 6 jam pelayaran. perlu diperhatikan untuk jadwal kapal dari pelabuhan Jepara biasanya berangkat hari selasa,kamis,sabtu jam 9 pagi dan dari karimunjawa menuju jepara rabu,jumat,minggu jam 8 pagi. jadwal ini bisa berubah sesuai dengan cuaca atau ombak di laut jawa. seandainya terjadi gelombang tinggi maka pihak perhubungan di pelabuhan tidak akan memberikan izin pelayaran, dan jadwal keberangkatan kapal akan berubah mengikuti perubahan cuaca. Pelabuhan jepara juga bisa membawa Mobil dan motor untuk diseberangkan ke Karimunjawa.

Jalur udara dapat ditempuh dari Bandara Ahmad YaniSemarang menuju Bandar Udara Dewa Daru di Pulau Kemujan dengan pesawat sewa jenis CASA 212 yang disediakan oleh PT. Wisata Laut Nusa Permai (Kura-Kura Resort). Waktu tempuh kurang lebih 30 menit.

PANTAI PANDAWA BALI

Pantai Pandawa di Bali merupakan satu pantai baru yang sedang menjadi primadona dan buah bibir orang saat berbicara mengenai tempat wisata di daerah Bali. Jika sobat membandingkan dengan pantai -pantai lain di bali semisal pantai Kutha dan Sanur, atau tanah lot, tentu nama pantai Pandawa masih terdengar asing.

Letak Dan lokasi Pantai Pandawa Bali

Pantai Pandawa atau kalau orang bule nyebutnya Pandawa beach ini terletak di Desa Kutuh, Kabupaten Badung. Jarak tempuh pantai pandawa jika dari airport Ngurah Rai adalah 18 km. Kurang lebih satu jam tergantung kemacetan di perjalanan. Saat sobat keluar dari jalan utama sobat masih sejauh kurang lebih 1,5 km sebelum akhirnya sampai di bibir pantai.

Satu hal yang menarik mengenai letak dari lokasi pantai pandawa ini adalah pantai ini berada di balik tebing. Inilah salah satu alasan mengapa pantai ini di sebut dengan secret beach, atau pantai tersembunyi. Dari julukannya saja sobat tentu sudah tergoda untuk segera mengepak koper dan bertamasya ke pantai Pendawa di Bali ini. Banyak orang memang menilai pantai pandawa di bali ini sebagai sebuah surga yang tersembunyi.

Sepanjang perjalanan menyusuri tebing, saat sudah mendekati pantai, sobat akan bisa menemukan patung panca pandawa, atau pandawa lima, yaitu lima ksatria pandawa yang merupakan tokoh utama dari kisah Mahabarata yang terkenal itu. Dan saat sobat akhirnya sampai di pantainya, sobat akan menemukan ketenangan dan kesejukan pantai bali yang masih alami. Tiket masuk pantai pandawa hanya Rp 5.000,- saja per orang, dan ditambah Rp 5.000 lagi untuk kendaraan beroda empat.

Filosofi Patung Pandawa Lima Di Tebing Pantai Pandawa Bali

Bukan tanpa alasan tebing di sepanjang jalan menuju pantai pandawa ini dibuatkan patung para tokoh pewayangan pandawa lima. Sobat ingat siapa saja tokoh dari wayang pandawa lima? Yang suka nonton wayang, atau sinetron dari India pastinya tahu.

Ya, sesuai dengan tokoh pandawa lima, pada tebing di sepanjang jalan menuju pantai ini dibuat patung-patung Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa secara berurutan. Keberadaan patung-patung ini diabil dari salah satu penggalan kisah mahabarata saat kelima pendawa ini dikurung dalam Goa gala-gala. Kelima pandawa berhasil selamat setelah mereka membuat sebuah terowongan yang berujung ke sebuah hutan belantara. Di hutan ini, kemudian keluarga pandawa mendirikan kerajaan Amertha.

Cerita itulah ini yang menjadi inspirasi oleh masyarakat sekitar pantai pandawa. Mereka melambangkan filosofi dari keberadaan pantai pandawa yang dulunya tersembunyi di balik tebing, hingga akhirnya dibuatkan jalan sehingga kini pantai pandawa ini bisa memberi manfaat dan seolah menjadi kerajaan baru bagi masyarakat sekitar.

 

http://wisatalicious.com/pantai-pandawa-bali-pantai-tersembunyi-di-balik-tebing-dan-filosofi-pandawa-lima/